Senin, 24 Oktober 2011

cerutu baru

setitik cahaya datang dari langit , entah apa yang dilihatnya . tiada henti-hentinya ia menghisap cerutu yang perlahan mulai mengecil . entah apa yang ada dalam pikirannya sekarang . perlahan dia mulai mengangkat tubuhnya dari kursi yang telah lama ia duduki . sambil melempar cerutunya ke arah depan , ia pun perlahan bergegas ke dalam rumah yang sederhana itu .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar